Skip to main content

CITA-CITA



       Kehidupan sederhana yang saya jalani sebagai orang yang berasal dari keluarga PNS, dan influence dari televisi mengenai kemapanan yang diraih oleh para entreuprener muda yang ditayangkan di program-program talkshow, lambat laun bertumpuk saling tumpang tindih didalam fikiran saya dan perlahan-lahan membentuk pondasi cita-cita dan impian yang ingin saya raih.

Tidak lain impian itu adalah saya ingin menjadi entrepreneur muda sukses. Harus menjadi pengusaha sukses. walaupun saya tidak mengetahui seperti apa yang harus dilalui untuk menjadi pengusaha sukses itu.

Apa saja tahapannya, darimana harus memulai, berapa biaya yang dibutuhkan, bahkan usaha apa yang akan saya jalankan, sama sekali saya tidak tahu. Agak konyol memang, tapi ah sudahlah, pokoknya saya harus menjadi pengusaha sukses.

Cita-cita ini terus tertanam didalam fikiran saya selama masih menjadi pelajar SMA. Saat itu saya tahu akan sulit untuk menjadi pengusaha dikarenakan dari keluarga hampir tidak ada yang memiliki background pengusaha, jadi tidak ada yang bisa dijadikan referensi sebagai bahan pembelajaran. sehingga memiliki cita-cita menjadi seorang pengusaha menuntut saya menjadi single fighter untuk mewujudkannya.

Selain itu keterbatasan informasi juga merupakan salah satu rintangan terberat, karena memang dalam hal apapun juga akan sangat sulit untuk mewujudkan sesuatu tanpa adanya informasi yang jelas. Tapi ah sudah lah toh nanti akan melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi di kota, yang memiliki fasilitas informasi yang lebih lengkap.

Saya berfikir, tidak perlu merealisasikannya sekarang, nanti kalau sudah kuliah saja baru saya serius menekuni cita-cita saya. pokoknya Nanti setelah di kota saya akan mencari informasi yang diperlukan untuk menjadi seorang pengusaha dan mewujudkkannya.

Target saya yang paling utama adalah saat lulus kuliah nanti saya harus sudah memiliki usaha sendiri yang setabil, sehingga tidak perlu repot-repot melamar pekerjaan. Dan kalaupun memungkinkan saya ingin membiayai kuliah saya sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

PT. TIGARAKSA SATRIA

Beberapa waktu yang lalu sekitar pukul 12an  siang, saya mendapatkan telepon yang ternyata dari PT. Tigaraksa Satria. Saya ditanya apakah betul saya mengirimkan lamaran via jobstreet ke Tigaraksa, dan tetntu saja jawabannya adalah “ya”.  Karena memang PT. Tigaraksa masuk dalam salah satu list perusahaan yang saya lamar pada jobstreet. Kemudian bertanya apakah bersedia mengikuti proses seleksi. Dengan yakin saya jawab “bersedia”. Ini adalah panggilan pertama dari lamaran yang dikirim melalui jobstreet, saya sangat senang sekali dan bersemangat untuk mengikuti  proses seleksi. Akhirnya pada waktu itu setelah puluhan lamaran yang terkirim dapat juga satu panggilan untuk mengikuti proses seleksi. Singkat cerita setelah semua persiapan sudah dilakukan saya berangkat untuk mengikuti proses seleksi, yang tempatnya diadakan di POLBAN Bandung. Sesampainya disana saya langsung menuju ke security untuk menanyakan detail tempat, yaitu nama gedung yang telah saya ke...

PENGANGGURAN

         Tak terasa seratusan lamaran sudah terkirim, berbagai perusahaan telah saya datangi, berbagai cara mengirim lamaran sudah dilakukan seperti mengirim lewat pos, mendatangi langsung perusahaan yang dituju, mengirimkan lamaran secara online, dan termasuk mendatangi bursa lowongan kerja.        Beberapa perusahaan memanggil saya untuk walkin interview, kemudian melakukan psikotest, setelah lulus psikotest kemudian melakukan interview user, sayangnya saya tidak pernah melewati tahapan ini, setelah menunggu beberapa bulan, selalu saja tidak menerima kabar selanjutnya, alias saya tidak lulus.      Saya hitung-hitung cost yang sudah dihabiskan untuk  mengirim lamaran saja lumayan besar untuk ukuran seorang pengangguran. Satu paket lamaran saja membutuhkan biaya setidaknya Rp. 20.000, itupun dengan asumsi bahwa apabila saya kirim lewat pos saya tidak mengeluarkan uang untuk bensin, dengan rincian: Print: ...