Skip to main content

Survey

Survey, Reserved

Comments

Popular posts from this blog

PT. TIGARAKSA SATRIA

Beberapa waktu yang lalu sekitar pukul 12an  siang, saya mendapatkan telepon yang ternyata dari PT. Tigaraksa Satria. Saya ditanya apakah betul saya mengirimkan lamaran via jobstreet ke Tigaraksa, dan tetntu saja jawabannya adalah “ya”.  Karena memang PT. Tigaraksa masuk dalam salah satu list perusahaan yang saya lamar pada jobstreet. Kemudian bertanya apakah bersedia mengikuti proses seleksi. Dengan yakin saya jawab “bersedia”. Ini adalah panggilan pertama dari lamaran yang dikirim melalui jobstreet, saya sangat senang sekali dan bersemangat untuk mengikuti  proses seleksi. Akhirnya pada waktu itu setelah puluhan lamaran yang terkirim dapat juga satu panggilan untuk mengikuti proses seleksi. Singkat cerita setelah semua persiapan sudah dilakukan saya berangkat untuk mengikuti proses seleksi, yang tempatnya diadakan di POLBAN Bandung. Sesampainya disana saya langsung menuju ke security untuk menanyakan detail tempat, yaitu nama gedung yang telah saya ke...

PENGANGGURAN

         Tak terasa seratusan lamaran sudah terkirim, berbagai perusahaan telah saya datangi, berbagai cara mengirim lamaran sudah dilakukan seperti mengirim lewat pos, mendatangi langsung perusahaan yang dituju, mengirimkan lamaran secara online, dan termasuk mendatangi bursa lowongan kerja.        Beberapa perusahaan memanggil saya untuk walkin interview, kemudian melakukan psikotest, setelah lulus psikotest kemudian melakukan interview user, sayangnya saya tidak pernah melewati tahapan ini, setelah menunggu beberapa bulan, selalu saja tidak menerima kabar selanjutnya, alias saya tidak lulus.      Saya hitung-hitung cost yang sudah dihabiskan untuk  mengirim lamaran saja lumayan besar untuk ukuran seorang pengangguran. Satu paket lamaran saja membutuhkan biaya setidaknya Rp. 20.000, itupun dengan asumsi bahwa apabila saya kirim lewat pos saya tidak mengeluarkan uang untuk bensin, dengan rincian: Print: ...

Coretan Sang Penganggur

PUTIH ABU-ABU        Saya akan flashback dulu beberapa tahun kebelakang, tepatnya pada  tahun 2010,  Ketika wakil kepala sekolah bagian kesiswaan mengumumkan kelulusan. Perasaan deg-degan, tegang, keringat dingin, semua itu sirna sudah, setelah tahu hasilnya ternyata saya lulus, dengan nilai yang lumayan baik. Sorak soray serta ucapan syukur pun terlontar dari para siswa yang telah dinyatakan lulus, termasuk diantaranya adalah saya. Masih teringat jelas saat sahabat-sahabat terdekat saling bertukar cerita mengenai apa yang akan dilakukan setelah lulus dari SMA. Ada yang akan kuliah ke luar pulau, kuliah berbeda kota, ada yang akan berwirausaha, dan ada pula yang akan menikah. Haru, bahagia, dan berbagai rasa lainnya campur aduk. Angan-angan saya melayang membayangkan betapa menyenangkannya nanti kalau sudah melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi di kota, dengan segala segala fasilitas lengkap yang dimilikinya, juga pengalaman  l...