Skip to main content

BALAI PELATIHAN




Sulitnya mendapatkan pekerjaan membuat saya harus memikirkan peluang lainnya yang mungkin bisa memberikan solusi. Karena bisa saja mungkin memang rezekinya bukan dibidang ketenga kerjaan. Lagipula saya tetap tidak membuang peluang saya untuk diterima bekerja di perusaahaan.

Lamaran kerja, pencarian Informasi kerja, dan usaha-usaha untuk mendapatkan pekerjaan tetap saya lakukan juga. Akan tetapi apa salahnya kalau sambil mencoba peruntungan lainnya, agar semakin banyak peruntungan yang saya coba semakin banyak pula peluang saya mendapatkan solusi untuk permasalahan pengangguran ini.

Saya fikir kewirausahaan adalah salah satu peluang yang patut di coba lagi, walaupun memang sebelumnya saya sudah sempat gagal dalam berwirausaha. Tetapi dengan sedikit evaluasi apa salahnya saya belajar lagi berwirausaha.

Dulu waktu saya gagal berwirausaha, adalah karena saya tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kewirausahaan/entrepreneurship, untuk itu saya perlu belajar dari ahlinya agar saya dapat mempelajari dunia kewirausahaan dengan baik.

Mungkin dengan mengikuti pelatihan wirausaha saya bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan saya di  masa lalu dalam melakukan kegiatan berwirausaha. Karena tentu saja dalam pelatihan wirausaha akan mendapatkan bimbingan manajerial mulai dari tahapan produksi sampai cara yang tepat memasarkan produknya.

Tapi masalahnya adalah biaya pelatihan wirausaha itu mahal, setidaknya untuk ukuran saya. Untuk rata-rata harga tiket seminar wirausahanya saja berkisar 200 ribu rupiah,itu hanya untuk seminarnya saja, belum lagi biaya konsultasi yang harus dikeluakan ketika menemui kendala dalam menjalankan usahanya.

Untungnya pemerintah saat ini sedang menggalakan program kewirausahaan, dengan menyediakan bebagai fasilitas geratis. Saya fikir tidak ada salahnya kalau saya mengikuti program-program dari pemerintah ini. Kedepan saya akan berbagi info mengenai pelatihan-pelatihan dan program-program pelatihan wirausaha dari pemerintah.


Comments

Popular posts from this blog

PT. TIGARAKSA SATRIA

Beberapa waktu yang lalu sekitar pukul 12an  siang, saya mendapatkan telepon yang ternyata dari PT. Tigaraksa Satria. Saya ditanya apakah betul saya mengirimkan lamaran via jobstreet ke Tigaraksa, dan tetntu saja jawabannya adalah “ya”.  Karena memang PT. Tigaraksa masuk dalam salah satu list perusahaan yang saya lamar pada jobstreet. Kemudian bertanya apakah bersedia mengikuti proses seleksi. Dengan yakin saya jawab “bersedia”. Ini adalah panggilan pertama dari lamaran yang dikirim melalui jobstreet, saya sangat senang sekali dan bersemangat untuk mengikuti  proses seleksi. Akhirnya pada waktu itu setelah puluhan lamaran yang terkirim dapat juga satu panggilan untuk mengikuti proses seleksi. Singkat cerita setelah semua persiapan sudah dilakukan saya berangkat untuk mengikuti proses seleksi, yang tempatnya diadakan di POLBAN Bandung. Sesampainya disana saya langsung menuju ke security untuk menanyakan detail tempat, yaitu nama gedung yang telah saya ke...

PENGANGGURAN

         Tak terasa seratusan lamaran sudah terkirim, berbagai perusahaan telah saya datangi, berbagai cara mengirim lamaran sudah dilakukan seperti mengirim lewat pos, mendatangi langsung perusahaan yang dituju, mengirimkan lamaran secara online, dan termasuk mendatangi bursa lowongan kerja.        Beberapa perusahaan memanggil saya untuk walkin interview, kemudian melakukan psikotest, setelah lulus psikotest kemudian melakukan interview user, sayangnya saya tidak pernah melewati tahapan ini, setelah menunggu beberapa bulan, selalu saja tidak menerima kabar selanjutnya, alias saya tidak lulus.      Saya hitung-hitung cost yang sudah dihabiskan untuk  mengirim lamaran saja lumayan besar untuk ukuran seorang pengangguran. Satu paket lamaran saja membutuhkan biaya setidaknya Rp. 20.000, itupun dengan asumsi bahwa apabila saya kirim lewat pos saya tidak mengeluarkan uang untuk bensin, dengan rincian: Print: ...

CITA-CITA

       Kehidupan sederhana yang saya jalani sebagai orang yang berasal dari keluarga PNS, dan influence dari televisi mengenai kemapanan yang diraih oleh para entreuprener muda yang ditayangkan di program-program talkshow, lambat laun bertumpuk saling tumpang tindih didalam fikiran saya dan perlahan-lahan membentuk pondasi cita-cita dan impian yang ingin saya raih. Tidak lain impian itu adalah saya ingin menjadi entrepreneur muda sukses. Harus menjadi pengusaha sukses. walaupun saya tidak mengetahui seperti apa yang harus dilalui untuk menjadi pengusaha sukses itu. Apa saja tahapannya, darimana harus memulai, berapa biaya yang dibutuhkan, bahkan usaha apa yang akan saya jalankan, sama sekali saya tidak tahu. Agak konyol memang, tapi ah sudahlah, pokoknya saya harus menjadi pengusaha sukses. Cita-cita ini terus tertanam didalam fikiran saya selama masih menjadi pelajar SMA. Saat itu saya tahu akan sulit untuk menjadi pengusaha dikarenakan dari kelua...