Skip to main content

DISCLAIMER

   

   Saya mohon maaf karena sudah sekitar dua tahun tidak memposting dan berbagi lagi mengenai pengalaman mencari solusi terkait permasalahan pengangguran.

Kenapa saya meminta maaf?

Karena jujur saja, dulu ketika  masih menjadi pengangguran, rasanya kecewa terhadap blog yang kontennya tentang mencari solusi untuk pengangguran tetapi terhenti di tengah jalan. Saya tidak tahu apakah penulis blog tersebut sudah bekerja atau apakah ada kendala yang sangat sulit sehingga tidak bisa melanjutkan membuat konten lagi.

Kalau penulis blog tersebut sudah bekerja saya ingin tahu bagaimana dia menemukan solusi untuk masalah pengangguran yang dihadapinya sampai dia mendapatkan pekerjaan. Atau kalau dia mendapatkan kesulitan, saya juga ingin tahu, kesulitan seperti apa yang akan dihadapi pengangguran dikemudian hari, sehingga paling tidak saya bisa mengantisipasinya.

Selain itu juga beberapa bulan yang lalu ternyata ada yang berkomentar di blog ini dan berterimakasih karena sudah membantunya memberikan sedikit gambaran tentang mengenai rencana karirnya. Itu menjadi motivasi ganda buat saya untuk melanjutkan kembali membangun blogg ini.
Lalu kemana saya selama dua tahun ini?

Pada sekitar akhir tahun 2016 saya mendapatkan pekerjaan pertama. Maka dari itu pada postingan berikutnya saya akan berbagi bagaimana saya mendapatkan pekerjaan pertama ini. Dan seperti apa perusahaan tempat saya bekerja pertama kali.

Oh iya.. jangan lupa share dan komentar ya, karena itu akan sangat berarti. Saya ingin berbagi lebih banyak hal, dan berharap bisa meraih kesuksesan bersama dengan para pembaca blogg ini.

Comments

Popular posts from this blog

PT. TIGARAKSA SATRIA

Beberapa waktu yang lalu sekitar pukul 12an  siang, saya mendapatkan telepon yang ternyata dari PT. Tigaraksa Satria. Saya ditanya apakah betul saya mengirimkan lamaran via jobstreet ke Tigaraksa, dan tetntu saja jawabannya adalah “ya”.  Karena memang PT. Tigaraksa masuk dalam salah satu list perusahaan yang saya lamar pada jobstreet. Kemudian bertanya apakah bersedia mengikuti proses seleksi. Dengan yakin saya jawab “bersedia”. Ini adalah panggilan pertama dari lamaran yang dikirim melalui jobstreet, saya sangat senang sekali dan bersemangat untuk mengikuti  proses seleksi. Akhirnya pada waktu itu setelah puluhan lamaran yang terkirim dapat juga satu panggilan untuk mengikuti proses seleksi. Singkat cerita setelah semua persiapan sudah dilakukan saya berangkat untuk mengikuti proses seleksi, yang tempatnya diadakan di POLBAN Bandung. Sesampainya disana saya langsung menuju ke security untuk menanyakan detail tempat, yaitu nama gedung yang telah saya ke...

COLUMBIA

PT. SNP, merupakan perusahaan pertama saya bekerja. Perusahaan ini memiliki merek dagang Columbia. Bergerak pada industri keuangan berupa pinjaman untuk membeli barang-barang elektronik secara kredit atau sering disebut sebagai perusahaan leasing. Pekerjaan ini saya dapatkan dengan cara mengirimkan lamaran secara langsung, maksudnya adalah saya mendatangi kantor perusahaannya sendiri. Karena ada beberapa cara mengirimkan lamaran yang saya lakukan, diantaranya adalah dengan mengirimkan langsung, melalui pos, online dll. Secara lebih jauh saya akan berbagi pada postingan berikutnya. Di Columbia ini saya diterima sebagai supervisior sales dan marketing. Pekerjaan atau tugasnya adalah  bertanggung jawab untuk mengelola sebuah showroom Mulai dari pengurusan gedung, perekrutan sales, sampai dengan pemenuhan target penjualan yang dilaksanakan oleh para salesman yang telah direkrut. Dari perusahaan inilah saya mulai belajar bagaimana dinamika dunia kerja, baik suka maupun duka....

MARKETING

      Seperti sudah diceritakan sebelumnya saya memiliki beberapa pengalaman interview, diantaranya di PT. Tigaraksa Satria, Bank BRI, Bank Mandiri, PT. MCF dan beberapa perusahaan lainnya. Dari semua lamaran yang saya  kirimkan dan semua interview yang saya ikuti adalah untuk posisi staf admin. Karena memang sebelumnya saya lebih suka bekerja dikantor, maksudnya adalah posisi yang bersifat stay bukan ke lapangan. Dan hasilnya adalah hanya sedikit panggilan interview yang saya dapatkan dan tidak ada satupun yang lolos. Selain saya lebih suka bekerja di posisi yang bersifat stay, di marketing juga biasanya resikonya lebih tinggi, maksud saya adalah resiko mengenai status kepegawaian, karena menurut informasi yang saya tahu apabila target tidak tercapai dalam waktu yang ditentukan maka resikonya adalah pemutusan kontrak kerja. Ini artinya saya kembali menganggur dan harus mencari lagi pekerjaan. Selain itu juga cost yang dikeluarkan ketika bekerja seba...