Skip to main content

Solusi Untuk Yang Merasa Salah Jurusan Saat Kuliah

Photo by Bùi Nam Phong from Pexels

Banyak diantara mahasiswa yang kehilangan semangat melanjutkan kuliah, tidak nyaman saat menjalankan aktifitas kuliah dan merasa salah jurusan.

Apakah kamu termasuk diantaranya?

Memang hal itu sering dirasakan oleh mahasiswa mulai dari yang baru masuk, sampai yang sudah menjalani beberapa semester, tentu saja hal itu terjadi karena berbagai faktor yang melatarbelakanginya.

Diantaranya adalah Sistem pendidikan kita yang memang masih belum se-baik pendidikan di negara-negara maju. Mulai dari kurikulum, tenaga pengajar, tata kelola kampus dan banyak hal ribet lainnya yang berkaitan dengan kebijakan yang dibuat para pejabat di negara ini.

Misalnya untuk kuliah di bidang Robotika, di indonesia ini tidak ada jurusan yang spesifik mempelajari bidang tersebut. Paling digabungkan dengan jurusan IT.

Atau misalnya ketika ingin mendalami bidang UKM, tidak ada jurusan bidang tersebut, paling di masukan di mata kuliah pada jurusan manajemen, ekonomi pembangunan dll.

Sehingga, mahasiswa yang memiliki cita-cita dibidang tersebut harus menerima kenyataan bahwa jurusannya memberikan pelajaran yang masih terlalu umum untuk bidang yang diinginkannya.

Kemudian, faktor lain yang melatarbelakangi mahasiswa merasa salah jurusan adalah lingkungan kuliah

Misalnya, mahasiswa yang berasal dari pesantren biasanya akan sedikit tidak terbiasa dengan pergaulan mahasiswa yang latar belakangnya hedonisme. Padahal jurusan tersebut adalah jurusan yang diinginkannya.

Atau sebaliknya, mahasiswa yang terbiasa dengan latar belakang hedonisme juga biasanya kurang terbiasa dengan mahasiswa yang berlatar belakang pesantren


Lalu apa solusinya?

Pertama, ikutilah berbagai organisasi yang ada di kampus. tujuannya adalah agar kamu kenal dengan banyak orang.

Karena dengan begitu, maka kemungkinan besar kamu akan bertemu dengan orang-orang yang memiliki cita-cita yang sama dengan kamu.

Kalau sudah kenal, dan tahu memiliki cita-cita yang sama, kamu bisa memulai mengerjakan project bersama dibidang yang kamu inginkan tersebut.

Siapa tahu kamu akan se-sukses Mark Zuckerberg, yang memulai mendirikan facebook saat masih kuliah, bersama temannya.

Jangan membatasi diri dengan hanya mengikuti organisasi yang sepertinya terkait dengan cita-cita kamu, karena bisa jadi ternyata orang-orang dan kegiatan didalamnya jauh dari apa yang kamu harapkan.

Misalnya, ketika kamu bercita-cita menjadi programing, jangan hanya ikuti organisasi yang berkaitan dengan programing saja, tapi ikuti juga organisasi lainnya seperti organisasi politik, organisasi kewirausahaan dll.

Ingatlah tujuan kamu adalah, mendapatkan sebanyak-banyaknya orang yang kenal dengan kamu. Dan tidak hanya kenal, tapi juga cari tahu, apa cita-citanya, apa rencananya, apa kegiatannya. Semakin banyak semakin baik.

Kemudian, lakukanlah magang ditempat yang berkaitan dengan cita-cita kamu, kamu ingin main film, magang lah di perusahaan Production House. Atau kamu ingin menjadi seorang Pegawai Bank, maganglah di bank yang kamu rasa cocok dengan minat kamu.

Jangan perdulikan posisi yang kamu jalani saat magang, karena pada posisi apapun, yang paling penting adalah kamu akan mendapatkan informasi yang jauh lebih berharga dan tidak terdapat pada mata kuliah.

Seperti kamu akan mengetahui, posisi apa saja yang ada pada institusi tempat kamu magang. Selain itu kamu akan tahu, seperti apa saja kegiatan mereka, orang-orang yang sudah menjalani pekerjaan di bidang yang kamu cita-citakan.

Dan masih banyak lagi informasi (baca; Pelajaran) lain yang akan kamu dapatkan.

Demikianlah postingan kali ini, Jangan lupa Share, Subscribe, dan Komentar ya apabila ada hal yang ingin kamu tanyakan...

Comments

Popular posts from this blog

PT. TIGARAKSA SATRIA

Beberapa waktu yang lalu sekitar pukul 12an  siang, saya mendapatkan telepon yang ternyata dari PT. Tigaraksa Satria. Saya ditanya apakah betul saya mengirimkan lamaran via jobstreet ke Tigaraksa, dan tetntu saja jawabannya adalah “ya”.  Karena memang PT. Tigaraksa masuk dalam salah satu list perusahaan yang saya lamar pada jobstreet. Kemudian bertanya apakah bersedia mengikuti proses seleksi. Dengan yakin saya jawab “bersedia”. Ini adalah panggilan pertama dari lamaran yang dikirim melalui jobstreet, saya sangat senang sekali dan bersemangat untuk mengikuti  proses seleksi. Akhirnya pada waktu itu setelah puluhan lamaran yang terkirim dapat juga satu panggilan untuk mengikuti proses seleksi. Singkat cerita setelah semua persiapan sudah dilakukan saya berangkat untuk mengikuti proses seleksi, yang tempatnya diadakan di POLBAN Bandung. Sesampainya disana saya langsung menuju ke security untuk menanyakan detail tempat, yaitu nama gedung yang telah saya ke...

COLUMBIA

PT. SNP, merupakan perusahaan pertama saya bekerja. Perusahaan ini memiliki merek dagang Columbia. Bergerak pada industri keuangan berupa pinjaman untuk membeli barang-barang elektronik secara kredit atau sering disebut sebagai perusahaan leasing. Pekerjaan ini saya dapatkan dengan cara mengirimkan lamaran secara langsung, maksudnya adalah saya mendatangi kantor perusahaannya sendiri. Karena ada beberapa cara mengirimkan lamaran yang saya lakukan, diantaranya adalah dengan mengirimkan langsung, melalui pos, online dll. Secara lebih jauh saya akan berbagi pada postingan berikutnya. Di Columbia ini saya diterima sebagai supervisior sales dan marketing. Pekerjaan atau tugasnya adalah  bertanggung jawab untuk mengelola sebuah showroom Mulai dari pengurusan gedung, perekrutan sales, sampai dengan pemenuhan target penjualan yang dilaksanakan oleh para salesman yang telah direkrut. Dari perusahaan inilah saya mulai belajar bagaimana dinamika dunia kerja, baik suka maupun duka....

MARKETING

      Seperti sudah diceritakan sebelumnya saya memiliki beberapa pengalaman interview, diantaranya di PT. Tigaraksa Satria, Bank BRI, Bank Mandiri, PT. MCF dan beberapa perusahaan lainnya. Dari semua lamaran yang saya  kirimkan dan semua interview yang saya ikuti adalah untuk posisi staf admin. Karena memang sebelumnya saya lebih suka bekerja dikantor, maksudnya adalah posisi yang bersifat stay bukan ke lapangan. Dan hasilnya adalah hanya sedikit panggilan interview yang saya dapatkan dan tidak ada satupun yang lolos. Selain saya lebih suka bekerja di posisi yang bersifat stay, di marketing juga biasanya resikonya lebih tinggi, maksud saya adalah resiko mengenai status kepegawaian, karena menurut informasi yang saya tahu apabila target tidak tercapai dalam waktu yang ditentukan maka resikonya adalah pemutusan kontrak kerja. Ini artinya saya kembali menganggur dan harus mencari lagi pekerjaan. Selain itu juga cost yang dikeluarkan ketika bekerja seba...